Thursday, March 13, 2014

Nice Person with a Nice Smile :)



Kami bertemu secara tidak sengaja. Saat itu saya pulang ke rumah naik bis. Turun dari bis biasanya jalan kaki menuju rumah. Hanya 5-10 menit. Sampai di depan pintu rumah, salim tangan Ibu lalu menuju cuci kaki dan cuci muka di kamar mandi. Setelah itu ngobrol ngalor ngidul dengan Ibu. Membuka tas yang berisi oleh-oleh. Tak lama kemudian, ada yang mengetuk pintu dan mengucapkan salam. saat itu yang membuka pintu adalah ibu karena saya sedang beres-beres tas. Lagipula tamu biasanya mencari Ibu, karena saya jarang di rumah.

Di dalam kamar, saya hanya mendengar pembicaraan mereka, hanya saja samar-samar. Lagipula saat itu saya ngantuk. Beberapa saat kemudian, Ibuku datang ke kamar, menceritakan pembicaraannya dengan orang itu.
Kaget...
Ibu bertanya, "kamu kenal dia?"
Saya hanya geleng-geleng kepala.
Lantas Ibu memaksa saya menemuinya.

Dia adalah seorang laki-laki muda, mungkin lebih muda setahun atau dua tahun dari saya. Tinggi 175 cm, setinggi adekq, kulit kuning bersih dan sepertinya sama denganku, habis traveling dari jauh:)
Saya belum pernah bertemu dengannya.
Dia mengutarakan maksud dan tujuannya.
Dia berkata tanpa memandangku.
Wow..keren banget ni orang.

Tinggi 175 cm berat badan 70 kg, berat yang ideal bukan? Apalagi ditambah senyamnya yang manis:)
Perkataannya sopan dan sedikit grogi.
Hanya menandakan bahwa dia benar-benar serius.
Mendengar pembicaraannya yang lugas dan jelas ditambah sedikit gurauan sana sini membuat saya sedikit nyaman.

Setelah itu, saya hanya mengambil nafas panjang sebelum berkata-kata.
"Tahu darimana tentang saya?"
Dia hanya tersenyum dan bilang, " Saya pernah bertemu mbak di toko buku sedang membaca dan memilih buku menjadi istri yang solihah"
Sepertinya saat itu saya sedang mencari kado temen yang mau nikah. Gumamku dalam hati.

Hmmm...
Pertanyaan selanjutnya adalah, " kapan siap nikahnya?"
Jleb saya harap dia kehabisan kata-kata dengan pertanyaan ini.
Ternyata dia hanya menjawab dengan senyumannya dan bilang, "as soon as possible"
 Wow..jawaban yang amazing....
Kali ini saya yang kehabisan kata-kata.

Sambil menarik nafas panjang, saya hanya bilang, "Mengapa saya?"
Tetap dengan senyumnya yang manis dia bilang," karena mbak bisa menjaga diri dan belajar menjadi istri solehah sebelum jadi istri"
Hmmm...saya benar-benar kehabisan kata-kata.
Akhirnya saya bilang, " Ijinkan saya berfikir selama 1 minggu untuk mendapatkan jawabannya"
Tetap dengan senyumannya, " terima kasih mbak mau mempertimbangkan saya"

Tidak lama kemudian adik laki-laki saya datang. Saya memperkenalkannya pada adik saya.
Oh ya sebelum pulang, saya mau mengajakmu ke suatu tempat.
Dia bingung tapi ngikut saja.

Kami bertiga (saya, adek, dan dia) berjalan kaki kira-kira 5 menitan.
Saya membawanya ke sarean bapak.
Dia kaget dan bingung. Tapi tetap ngikut saja. Sampai disana, kami bertiga hanya terdiam dan berdoa.
Dalam hati saya bilang..
"Bapak, dia adalah laki-laki asing pertama yang saya bawa kesini. Saya tidak mengenalnya. Tapi sepertinya dia benar-benar serius, karena dia berani dtg ke rumah tanpa menemui atau menghubungi saya, makanya saya bawa kesini. Saya hanya minta bapak mendoakan saya, supaya saya didekatkan dengan orang baik dan dijauhkan dari orang jahat. Doakan saya supaya dapat imam dan suami yang terbaik untuk agama, dunia dan akhiratku..aamiin"
Selama disana, kami bertiga hanya saling diam, sibuk dengan pikiran masing-masing.

Kami pun pulang dan dia hanya berkata sebelum pulang
"Ini kartu nama saya mbak, disitu ada no hp saya, saya tunggu jawabannya seminggu lagi."
Sesampainya di rumah, tetep ibu dan adek ngobrol tentang dia. Sebelumnya saya bilang ke ibu supaya tidak "ember" ke orang-orang.
"Bu, saya harap, ibu tidak menceritakan hal ini ke orang-orang, supaya ibu tidak malu kalau tidak jadi. Dia orang asing dan kami hanya sekali ini bertemu."
Ibu setuju.

Selama seminggu, saya istikharah dan belum menemukan jawabannya. Masih 23 jam lagi deadlinenya.
Di kartu namanya tertera pekerjaannya adalah dosen/pengajar, saya lihat alamat emailnya. Disitu kemungkinan saya bisa ngepo-in fb atau twitternya.
Dan benar fb dan twitternya menggunakan alamat email yang sama. Dia jarang sekali update status dan ngetweet. Hanya sesekali. Tapi yang membuatku salut adalah banyak temen2nya ngewall atau ngetweet dia. Kebanyakan adalah cerita-cerita ngebanyol. Dari pp fb nya saya merasa dia mirip seseorang yaitu Rory Asyari  presenter acara 8-11 metro tv ditambah dengan senyumnya yang manis hehe:)

Sekali lagi saya istikharah untuk memastikan, dan saya pasrah dengan jawabannya.
"Ya Allah, jika dia yang terbaik untuk agama, dunia, dan akhiratku, permudah jalan kami, halalkanlah kami dan ridhoilah kami. Namun jika bukan dia, jauhkanlah dia dariku dan gantikanlah dia dengan yang lebih baik dan terbaik. Saya hanya ingin menikah dengan ridhoMu aamiin."
Bismillah.
Saya bilang ke Ibu bahwa saya menerimanya dan berharap Ibu setuju.

"Assalamualaikum, saya ingin melanjukan ke tahap pernikahan. Semoga anda bisa menyegerakannya, terima kasih."
To the poin banget:)
Tidak ada balesan sms dari dia.
Namun 2 jam kemudian dia hanya membalas, "Ok"
Seminggu berlalu, tidak ada sms atau telp menanyakan kelanjutannya.
Saya hanya pasrah, toh sudah istikharah kan?
Namun beberapa jam kemudian, dia sms….
“Mbak, besok ada di rumah kan? Saya dan keluarga mau sowan.”
Deg…saya kaget. Dia bener-bener mau dateng. Saya bilang ke ibu.
“Mbak, hanya saya dan bapak ibu yang akan dateng, jadi ga usah persiapan apa-apa ya, terima kasihJ
Tentu saja, Ibu heboh sekali dan diceritakannya ke saudara, dan saudara rencananya datang bawa makanan dan lain-lain.
Sedangkan saya, semaleman tidak bisa tidur.

Hari itu…
Ibu dan bapaknya datang, mananyakan kapan sebaiknya diselenggarakan pernikahan. Dan setelah berembug..hasilnya seminggu lagi akad nikah dan walimah di rumah saya..

Saya hanya menunduk, berusaha menahan haru, senang, sedih, bercampur aduk, di depan saya, seorang laki-laki menjabat tangan adek saya sekaligus wali dan mengucucapkan ijab qabul.
Samar-samar ada seorang yang mirip banget dengan bapak, datang dan duduk diantara para undangan.
Benar kata orang, jika ada yang menikah dan bapaknya sudah meninggal, maka pada saat ijab qabul, bapaknya akan hadir di sana dan tersenyum melihatnya.
Dan saya melihatnya.

Ijab qabul menggema di seluruh ruangan. Penduduk langit dan bumi menjadi saksi pernikahan kami. Dan saat setelah ijab qabul adalah pertama kali kami bersalaman. Tangannya hangat ditambah senyumnya manis sekali.

Setau saya, dia pribadi yang menyenangkan. Humoris, kocak. Mungkin karena background pendidikannya fisika, jadi orangnya lebih santai, tidak ribet. Dia sudah lama merantau, jadi dia tidak terlalu kaku untuk membantu saya mencuci piring atau baju jika saya banyak kerjaan. Dia selalu mengimami saya solat plus bacaannya bagus. Bedanya adalah…

Dia extrovert saya introvert
Dia ekspresif saya impresif
Dia sanguinis saya melankolis
Tapi itu justru seninya. Kami belajar dari Pak Habibie dan Ibu ainun bagaimana komunikasi antara orang ekstrovet dan introvert.

Persamaannya…
Kami sudah biasa memakai 3 kata ajaib:
Maaf walaupun tidak merasa bersalah
Terima kasih walaupun tidak merasa meminta
Tolong jika memerlukan bantuan
Ketiganya memang sudah menjadi keseharian kami sebelum menikah.

Setahu saya, dia memiliki “wow factor”
Dia bisa nyambung ngobrol dengan orang yang lebih tua ataupun lebih muda.Dia pribadi yang hangat, dibuktikan dengan banyak anak-anak kecil yang ngerubungi dia kalau ada didekatnya. Dia juga tidak canggung membantu orang lain. Makin lama makin jatuh cinta padanya:)

Sebulan kemudian saya hamil
Wow factor datang lagi.
Dia selalu mengelus-elus perut saya dan selalu membacakan cerita atau sekedar ngobrol dengan “dede” Sesekali membacakan surat Ar Rahman untuknya. Di senyumnanya menyiratkan bahwa dia sangat bahagia karena akan menjadi seorang ayah.

Tapi saya rasa, saya yang lebih berbahagia karena bisa mendampinginya dan menjadi ibu dari anaknya:)
Saat hamil, dia tidak canggung membantu saya di dapur atau membereskan rumah, ataupun hanya memijit kaki saya yang bengkak:)
Saat melahirkan, dia juga tidak canggung menggendong atau mengganti popok.

Hmmm…

How lucky I am…
Dia adalah…suami yang terbaik untukku
Ayah yang terbaik untuk anak-anakku
Menantu yang terbaik untuk ibuku
Dan kakak ipar terbaik untuk adik-adikku
Dia adalah nice person with a nice smile:)





Saturday, February 22, 2014

;)

*Sajak "Aku Rapopo"

Terimakasih sudah menyakitiku
Apapun yang tidak mampu menumbangkan
Justeru akan membuatku berdiri semakin tegak

Terimakasih sudah melupakanku
Apapun yang tidak mampu menghapus
Justeru akan membuatku semakin diingat

Terimakasih sudah meninggalkanku
Apapun yang tidak mampu membuat sendirian
Justeru akan membuatku semakin ramai

Terimakasih sudah merendahkanku
Apapun yang tidak mampu membenamkan
Justeru akan membuatku semakin berharga

Wis Tak Kandani
Aku Rapopo


*Tere Liye

Thursday, February 20, 2014

^_^

*Sajak Ketika

Ketika kita mencintai seseorang
Hanya untuk tahu
Ternyata dia mencintai orang lain

Ketika kita menunggu begitu lama
Hanya untuk tahu
Ternyata dia justeru sedang menunggu (orang lain)

Ketika kita sudah melakukan yang terbaik
Tapi tetap gagal juga, hingga sesak bertanya
Harus sebaik apalagi usaha kita agar berhasil?

Ketika kita menginginkan sesuatu
Ternyata yang kita dapatkan sesuatu yang justeru tidak kita butuhkan
Membuat berseru kesal, kenapa dan kenapa?

Ketika kita tidak mengerti
Kenapa semua seperti berlawanan dengan maunya kita
Kenapa doa-doa kita seolah tidak terjawab

Maka, mungkin itulah saatnya
Tiba waktunya untuk menyadari
Boleh jadi ada skenario lebih indah telah menanti
Menunggu kita bersedia menerimanya
Tersenyum lapang bahwa semua baik-baik saja

Karena boleh jadi
Ketika kita mencintai seseorang, dan dia mencintai orang lain
Sebenarnya ada yang justeru sedang mencintai kita dalam diam

Ketika kita menunggu begitu lama, dan dia justeru sedang menunggu (orang lain)
Sebenarnya ada yang justeru tengah menunggu, kapan kita akan menoleh padanya

*Tere Liye

Wednesday, February 19, 2014

move on:)

*Sajak Kau Boleh Pergi

Siang pasti digantikan malam
Sekeras apapun siang bertahan
Matahari pasti tumbang
Dan gelap menyelimuti
Siang pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Kelopak bunga mawar pasti rontok
Sekeras apapun dia ingin mekar lama
Pasti tiba masanya layu
Dan tangkai2 membisu
Bunga mawar pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Hujan pasti reda
Selama apapun dia hendak turun
Pasti tiba masanya habis
Dan menyisakan basah di halaman
Hujan pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Maka
Apalagi urusan perasaan
Cinta bisa berganti benci
Percaya memudar berganti kusam ragu
Pun komitmen menipis berubah jadi lupa
Kau boleh pergi
Sungguh boleh.

Tapi aku akan tetap di sini
Meyakini bahwa
Besok pagi, malam pun akan berganti siang
Mawar baru akan merekah ulang
Dan hujan berikutnya pasti kan datang

Kau sungguh boleh pergi.

*Tere Liye

Sunday, February 16, 2014

imam:)

Berhubung bapak saya sudah meninggal, suatu hari saya bertanya sebuah pertanyaan kepada dosen yang saya anggap bapak kedua saya...

Bapak...apa kriteria imam yang baik?

jawabnya adalah: soleh, bertanggung jawab, ksatria, dan yang paling kamu senangi...

Paling kamu senangi tentu saja setiap orang berbeda-beda tipenya...

Ksatria adalah yang berani datang kerumahmu untuk melamar tanpa ditantang, atas keinginan sendiri, tidak peduli rumahmu dekat atau jauh, walaupun belum pernah bertanya atau bercakap-cakap denganmu...

bertanggung jawab adalah dia bertanggung jawab pada diri dan keluarganya, salah satunya adalah dengan tidak merokok karena itu berhubungan dengan menjaga kesehatan dirinya sendiri...

Soleh...ini yang bikin bingung...kalau dilihat dari banyaknya dia hafal surat dalam Al Qur'an atau hafalan hadistnya, belum tentu juga....lagian saya juga tidak hafal...
dari tampilan baju dan cara ngomongnya? belum tentu...banyak yang tampilan acak-acakan lebih soleh dari anak pesantren ko.....


mending rujukannya dari hadist ini...

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Muslim yang baik adalah ketika orang lain telah merasa aman dari gangguan lidah dan tangannya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Para sahabat RA. bertanya: Siapakah gerangan ya Rasulallah? Beliau menjawab: “Dia adalah seseorang yang membuat tetangganya tidak merasa aman dari gangguan dan keburukannya” (HR. Al-Hakim).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Penyantun janda tua dan orang miskin itu nilainya setara dengan orang yang berjihad fi sabilillah, atau seperti orang yang berpuasa tanpa putus dan yang shalat malam tanpa henti” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Tidaklah beriman kepadaku seseorang yang tidur malam dengan kenyang,  sedangkan ia tahu bahwa, tetangga sebelahnya tengah kelaparan” (HR. At-Thabrani, Al-Bazzar dan lain-lain, serta dihasankan oleh Al-Albani).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Maukah kalian Aku beri tahu tentang amal yang lebih tinggi daripada derajat puasa, shalat dan sedekah?”. Para ahabat menjawab: Tentu saja kami mau. Beliau lalu melanjutkan sabdanya: “Yaitu mendamaikan hubungan sesama. Karena rusaknya hubungan sesama itu ibarat gunting penyukur. Tapi bukan gunting yang mencukur rambut, melainkan yang menggunting agama” (HR. Abu Dawud).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidaklah beriman salah seorang dari kamu, sampai ia mampu menyukai untuk saudaranya seperti apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Diantara tanda baiknya tingkat dan kualitas keislaman seseorang adalah ketika ia telah mampu meninggalkan hal-hal yang tidak perlu baginya” (HR. At-Tirmidzi).


ooo begitu:)

yang penting sekarang adalah memperbaiki diri dan mempersiapkan diri jadi solehah..... aamiin:)

sehari puasa sehari berbuka:)

Sudah lama emang niat mau puasa yang satu ini, puasa Daud. Tapi selalu aja ada yang menghalangi...tiba2 laper lah apa lah hehe..
Padahal banyak sekali manfaatnya...

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraa ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim)

apalagi ditambah ada reward lain...yakni...ada doa yang mustajab saat menjelang berbuka puasa....
pasti banyak yang pengen tuh:)

Terdapat tiga kaum yang doanya tidak akan ditolak: imam yang adil, orang yang puasa sampai dia berbuka, dan orang yang teraniaya.” (Hadis Riwayat Abu Hurairah)

 Hmmm....itu reward yang paling ditunggu-tunggu

ditambah lagi...

“Wahai para pemuda siapa yang mampu di antara kalian untuk menikah, maka nikahlah, karena dengan hal itu bisa menundukkan pandangan dan menjaga farji, dan siapa yang belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu perisai baginya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). 

karena belum diijinkan...jadi musti puasa...

Jadi mulailah aq melaksanakan...dari bulan Desember 2013 kemaren...sayangnya Januari 2014 malah ga diteruskan:( dan mulai dilanjutkan di bulan ini ....

semoga selalu istiqomah melaksanakannya sampai aq nikah...karena jika sudah menikah kalau mau puasa sunah harus ijin suami dulu...semoga diijinkan di tahun ini aamiin


“Maka berpuasalah engkau sehari dan berbuka sehari, inilah (yang dinamakan) puasa Daud As. Dan ini adalah puasa yang paling afdhal. Lalu aku (Abdullah bin Amru ra. berkata: “Sesungguhnya aku mampu untuk puasa lebih dari itu”, maka Nabi SAW. berkata: “Tidak ada puasa yang lebih afdhal dari itu”  (HR. Bukhari).


Saturday, February 15, 2014

2.5% dan kehilangan hp...

Seorang teman lagi jalan-jalan di bogor karena kebetulan lagi libur panjang...3 hari. Niatannya emang cuma jalan-jalan menikmati suasana kota bogor. Maklum dia kerja di daerah pedesaan dan jauh dari hiruk pikuk suasana kota. Sesekali menikmati suasana kota toh tidak ada salahnya kan?

Kami jalan-jalan menyusuri kawasan mal dan berbelanja sekaligus wisata kuliner. Tak lupa membeli barang-barang yang tidak ada di tempat dia bekerja...Tas yang hanya dijual di mataha** atau belanja sepatu dan lain-lain...Sementara saya? hehe maklum kantong mahasiswa pas-pasan..jadi hanya makan saja hehe lagipula tidak ada barang yang perlu dibeli untuk saat itu.

Hari berikutnya, teman saya jalan-jalan lagi bersama temannya..saya tidak ikut karena harus menyelesaikan pekerjaan lain....guaaaanyanya hehe:)

Sampai jam 9 malam...ada sms masuk yang mengabarkan bahwa teman saya itu kehilangan dompet dan segala isinya....kalau ada sms dari no hpnya ga usah dipedulikan saja...

What?? dompet beserta isinya berarti 2 hp dan kartu-kartu yang penting, SIM, kartu PNS dan lain-lain...
wah ko bisa?....

beberapa jam kemudian....

dia datang sambil menangis......ya iya lah aq jg pasti nangis....

hari berikutnya dia sudah lumayan tenang sambil kutanya padanya...
kamu selama jadi PNS ga pernah bayar 2.5% ya?
padahal sebelumnya dia juga telah kerja di perusahaan swasta
dia diam...kemudian berkata...
selama 2 tahun jadi PNS aq ga pernah bayar zakat 2.5%..
oh pantes.... kataku...

kemudian aq coba menghitungnya...
misal gajinya perbulan 1.8jt..
2.5% x 1.800.000 x 12 x 2 = 1.080.000
itu adalah harga hp sam**** yang ia beli setahun yang lalu plus hp jadul kalau dijual di toko hp sekarang...

mungkin hp yang hilang itu adalah harga 2.5% dari harta kita yang memang bukan milik kita.....

zakat maal memang sebenarnya adalah 2.5% dari harta yang tidak digunakan selama setahun dan mencapai 20 dinar....

"Kamu tidak mempunyai kewajiban zakat sehingga kamu memiliki 20 dinar dan harta itu telah menjalani satu putaran haul" [Shahih Hadits Riwayat Abu Dawud].

20 dinar adalah 85 gram emas, karena satu dinar adalah 4 1/4 gram dan nishab uang dihitung degan nilai nishab emas.


ini bisa jadi teguran buat kita semua....