Berhubung bapak saya sudah meninggal, suatu hari saya bertanya sebuah pertanyaan kepada dosen yang saya anggap bapak kedua saya...
Bapak...apa kriteria imam yang baik?
jawabnya adalah: soleh, bertanggung jawab, ksatria, dan yang paling kamu senangi...
Paling kamu senangi tentu saja setiap orang berbeda-beda tipenya...
Ksatria adalah yang berani datang kerumahmu untuk melamar tanpa ditantang, atas keinginan sendiri, tidak peduli rumahmu dekat atau jauh, walaupun belum pernah bertanya atau bercakap-cakap denganmu...
bertanggung jawab adalah dia bertanggung jawab pada diri dan keluarganya, salah satunya adalah dengan tidak merokok karena itu berhubungan dengan menjaga kesehatan dirinya sendiri...
Soleh...ini yang bikin bingung...kalau dilihat dari banyaknya dia hafal surat dalam Al Qur'an atau hafalan hadistnya, belum tentu juga....lagian saya juga tidak hafal...
dari tampilan baju dan cara ngomongnya? belum tentu...banyak yang tampilan acak-acakan lebih soleh dari anak pesantren ko.....
mending rujukannya dari hadist ini...
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Muslim
yang baik adalah ketika orang lain telah merasa aman dari gangguan lidah
dan tangannya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Demi
Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman.
Para sahabat RA. bertanya: Siapakah gerangan ya Rasulallah? Beliau
menjawab: “Dia adalah seseorang yang membuat tetangganya tidak merasa
aman dari gangguan dan keburukannya” (HR. Al-Hakim).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Penyantun janda tua dan orang miskin itu nilainya setara dengan orang yang berjihad fi sabilillah, atau seperti orang yang berpuasa tanpa putus dan yang shalat malam tanpa henti” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Tidaklah beriman
kepadaku seseorang yang tidur malam dengan kenyang, sedangkan ia tahu
bahwa, tetangga sebelahnya tengah kelaparan” (HR. At-Thabrani, Al-Bazzar
dan lain-lain, serta dihasankan oleh Al-Albani).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Maukah
kalian Aku beri tahu tentang amal yang lebih tinggi daripada derajat
puasa, shalat dan sedekah?”. Para ahabat menjawab: Tentu saja kami mau.
Beliau lalu melanjutkan sabdanya: “Yaitu mendamaikan hubungan sesama.
Karena rusaknya hubungan sesama itu ibarat gunting penyukur. Tapi bukan
gunting yang mencukur rambut, melainkan yang menggunting agama” (HR. Abu
Dawud).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidaklah
beriman salah seorang dari kamu, sampai ia mampu menyukai untuk
saudaranya seperti apa yang ia sukai untuk dirinya sendiri” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Diantara
tanda baiknya tingkat dan kualitas keislaman seseorang adalah ketika ia
telah mampu meninggalkan hal-hal yang tidak perlu baginya” (HR.
At-Tirmidzi).
ooo begitu:)
yang penting sekarang adalah memperbaiki diri dan mempersiapkan diri jadi solehah..... aamiin:)
No comments:
Post a Comment